Dari Ojek Biasa Jadi Ojek Online
(Fenomena Go-Jek)
Siapa yang tak kenal Go-Jek? hampir setiap sudut Ibu Kota dikeramaian antrian kendaraan yang memenuhi Jalan Raya terlihat sosok tukang ojek dengan jaket dan helm khasnya berwarna hijau yang bertuliskan Go-Jek. Ide yang briliant ini diciptakan oleh alumni Universitas Harvard yang sekarang menjadi CEO Go-Jek. Tidak terbayang oleh saya sebegitu boomingnya Go-Jek sekarang, dengan kemajuan teknologi Go-Jek sudah mampu menguasai Ibu-Kota Jakarta.
Pandangan miring terhadap tukang ojek sudah mulai mengikis dengan hadirnya Go-Jek yang tersistem dengan manajemen yang lumayan bagus menurut saya. Bayangkan saja penghasilan pengendara Go-jek bisa mencapai kisaran 3-6 jt per bulan rata-rata. Itulah yang membuat Go-jek semakin diminati mulai dari tukang ojek pangkalan sampai orang yang bekerja di kantoran meninggalkan pekerjaannya hanya untuk menjadi pengendara Go-Jek.
Sistem yang digunakan Go-Jek adalah On-Line, yaitu dengan memanfaatkan penggunaan smartphone bagi pengendara dan penumpangnya. layanan Go-Jek bisa dipesan melalui Smart Phone yang rata-rata penduduk negara kita sudah mengenalnya. Dengan memanfaatkan momen boomingnya penggunaan smartphone di negara kita, Go-Jek mengambil peran dengan menerapkan sistem online dalam pemesanan ojek. Hal ini mungkin akan ditinggalkan bagi para pengendara ojek yang gagap teknologi dengan alasan " kita mah ga ngerti begituan, makanya kita ga daftar jadi Go-Jek". Tapi bagi pengendara ojek yang sudah terbiasa dengan smartphone mereka berduyun-duyun mendaftar menjadi pengendara Go-Jek.
Semakin terkenalnya Go-Jek bukan berarti tidak ada tantangan bagi perusahaan dan pegawainya. Banyak tukang ojek pangkalan yang masih belum bisa menerima kehadiran Go-Jek. Sehingga tidak sedikit para pengendara Go-Jek yang main kucing-kucingan dengan ojek pangkalan. ada beberapa kasus dimana pengendara Go-Jek yang dipukuli bahkan diancam oleh ojek pangkalan karena melewati wilayah mereka. Hal ini seharusnya sudah menjadi perhatian perusahaan untuk melindungi para pegawainya, sehingga pengendara Go-Jek tidak merasa ketakutan bahkan merasa aman ketika sedang melakukan tugasnya.
Dengan menggunakan Go-Jek pengendara bisa tenang karena keamanan penumpang menjadi hal yang di tekankan di dalam perusahaan Go-Jek. Berikut pemberitahuan dari Go-Jek :
Aplikasi Go-Jek sudah bisa di download di Playstore Google. Dalam aplikasi tersebut diharuskan membuat akun sebelum menikmati fasilitas yang ditawarkan oleh Go-Jek. Go-Jek tidak hanya melayani antar jemput penumpang, ada juga dalam menunya sebagai kurir, baik kurir barang atau sekedar membeli makanan.
Plus minus Go-Jek :
+
- Banyak pemuda pengangguran yang terbantu dengan adanya Go-Jek, hanya bermodalkan Sepeda Motor dan Sim untuk menjadi pengendara Go-Jek
- Menurunkan angka pengangguran masyarakat di Indonesia
- Membuka lapangan pekerjaan baru
- Memperoleh kehidupan yang layak
-
- Banyak terjadi kesenjangan sosial antara pengendara Go-Jek dengan Ojek pangkalan
- semakin banyak pengendara Go-Jek makin kurang terkontrolnya perekrutan driver baru sehingga banyak terjadi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara Go-Jek
- Hanyak orang-orang tertentu yang dapat mendaftar Go-Jek yaitu yang melek teknologi (walaupun tidak mengesampingkan adanya training sebelum pengendara Go-Jek turun ke jalan)




0 Komentar untuk "Plus - Minus Go-Jek "