Berita terkini Indonesia Politik, Ekonomi, Sosial, Hukum, Pendidikan, Agama

Tentang Saya

My photo
Tangerang, Banten, Indonesia
Saya dilahirkan di Jakarta 12 Desember 1986, Saya merupakan anak ke 2 dari 2 bersaudara. Saya memiliki hobi menulis, dan saya menyalurkannya melalui blog ini.

Blog Archive

Penghina Presiden Masuk Bui

Antara Presiden dengan  Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallan

Akhir pekan ini sejumlah stasiun televisi sedang hangat diperbincangkan mengenai hukuman yang layak bagi penghina dan pengancam presiden. Pasalnya ada seorang di social media yang menulis kata-kata ancaman untuk presiden kita Joko Widodo. Orang itu mengatakan " akan memenggal leher pak Jokowi".

Para Ahli hukum dan komunikasi pun banyak yang angkat bicara mengenai ancaman tersebut. Ada yang mengusulkan undang-undang mengenai pasal penghinaan presiden diberlakukan kembali, karena agar orang yang melakukan itu jera dan tidak mengulangi kembali. Karena perbuatan penghinaan terhadap presiden merupakan tindakan yang tidak bisa dianggap enteng, karena presiden adalah simbol negara maka jika ia menghina presiden berarti ia telah menghina negaranya. Akan tetapi pro kontra pun selalu ada dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh stasiun televisi. Bagi yang kontra ia mengatakan " jika hal ini diberlakukan kembali (Undang-undang penghinaan presiden) maka ditakutkan akan muncul orde baru ke 2" dimana sang pemimpin pnegara memiliki hak ototriter yang bisa digunakan tidak pada tempatnya. Nilai demokrasi pun bisa terkikis, karena kritik merupakan bagian dari demokrasi.

Bagi umat islam memang kita dituntut untuk tidak mencela pemimpin dihadapan umum, karena itu merupakan bagian dari agama kita. Nasehatilah pemimpin kita di tempat yang sepi, bisa juga dengan mengiriminya surat agar sang pemimpin tersebut bisa berubah dari kebiasaan yang buruk. Pemimpin adalah manusia yang pastinya banyak kesalahan, jadi jika kita cari kesalahan pasti akan selalu ada. Akan tetapi orang yang sekarang memimpin bangsa ini, perlu memperhatikan kembali dirinya, harus mengitropeksi kembali dirinya. Mengapa ia banyak yang mencela, mencaci, menghina bahkan mengancamnya? apakah selama ia memimpin bangsa ini banyak mengecewakan rakyat atau tidak. Karena pemimpin yang baik adalah yang peka terhadap keinginan rakyatnya, peka terhadap keadaan rakyatnya. Jadi intinya pemimpin itu harus bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang dialaminya, jika sekarang adalah celaan bahkan ancaman maka ia perlu mengetahui mengapa ia dicela dan mengapa ia diancam.

Untuk masalah hukum yang tepat, kayaknya sangat berlebihan jika harus memasukkan pelakunya ke dalam penjara. Lebih baik pemerintah memberikan penyuluhan kepada orang tersebut, mengajak dialog dan bertanya mengapa ia melakukan hal tersebut. lakukanlah pendekatan psikologi, karena biasanya apa yang ia tulis itu lahir dari perasaan yang kecewa terhadap pemimpin yang dipilihnya.

Lain halnya dengan presiden, Jika Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dihina, kok di media-media jarang sekali disiarkan acaranya. Jarang media memperbincangkan hukuman bagi orang yang menghina Rasulullah, kenapa hal ini terjadi? bukankah Indonesia mayoritas muslim terbanyak? kenapa mereka tidak marah jika Nabinya dihinakan bahkan dinistakan? apakah iman dari rakyat indonesia mulai luntur, mulai hilang rasa pembelaan terhadap Nabinya? kenapa jika presiden yang notabennya manusia saja dibela, sedangkan Nabi Muhammad yang memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan Allah tidak ia bela? Jawabannya ada dalam hati kita kita beriman kepada Nabi muhammad atau kita tidak beriman.


-SAW-

0 Komentar untuk "Penghina Presiden Masuk Bui"

Back To Top