Berita terkini Indonesia Politik, Ekonomi, Sosial, Hukum, Pendidikan, Agama

Tentang Saya

My photo
Tangerang, Banten, Indonesia
Saya dilahirkan di Jakarta 12 Desember 1986, Saya merupakan anak ke 2 dari 2 bersaudara. Saya memiliki hobi menulis, dan saya menyalurkannya melalui blog ini.

Blog Archive

Penyakit sosial itu bernama "Hedonic treadmill"

Hedonic treadmill
(Bagian 2)

Melanjutkan tulisan yang pertama mengenai penyakit sosial bernama hedonic treadmill

Jadi apa yg hrs dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill ? Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berujung ?

Terapkanlah gaya hidup yg bersahaja , hidup penuh qonaah (merasa tercukupi dengan yang dimilikinya)! gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan duniawi. Artinya kita ambil dunia dalam hidup kita sewajarnya saja.

Makin banyak berbagi/memberi kepada orang lain ternyata justru semakin membahagiakan.

Kebahagiaan itu kadang sederhana : "misalnya masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga kita yang kita cintai, murah senyum, menyapa & mengasih tip ke tukang sampah, berdzikir sepanjang perjalanan menuju tempat tugas, berbakti untuk agama, mendalami agama, maka kita akan merasakan betapa indahnya hidup ini !

Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya, akan tetapi kekayaan yg sebenarnya adalah kebahagiaan jiwa.

Sebagaimana rasulullah katakan dalam sebuaj hadits yg diriwayatkan oleh imam Bukhari " innal ghina, ghinan nafsi" sesungguhnya kaya itu adalah kaya hati"

Hati menjadi tentram tidak dikejar-kejar rasa takut karena belum membayar cicilan. Berani berhutang berarti berani menghinakan dirinya ketika tidak sanggup membayar hutang. Dia rela berhutang hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Jika kita lrpas dari gaya hidup hedonic treadmill maka niscaya hidup kita akan tentram sentosa, karena lepas dan bebas dari tuntutan gaya hidup yg mematikan

Selesai

0 Komentar untuk "Penyakit sosial itu bernama "Hedonic treadmill""

Back To Top